Bagiku….. Mendaki gunung adalah bukan sekedar sebuah perjalanan. Mencapai puncak adalah akhir dari jejak kita melangkah, Sekaligus awal untuk kita kembali menuang perjalanan. Dari mendaki gunung, aku coba membawa renung dan kuselipkan dalam relung
Kamis, 18 September 2014
Menanam Strawberry
Sejak mulai belajar berkebun dengan cara aquaponik, saya makin tertarik untuk coba-coba menanam strawberry. Sebelumnya saya selalu ingin menanam strawberry di pot, karena ketika berbuah, perpaduan warnanya sangat bagus, hijau dan merah. paduan warna merah mencolok dan daun hijau segarnya benar-benar bikin seger mata saya.
sekitar 1 bulan yang lalu saya liat banyak strawberry terbuang sia-sia karena ada yg sedikit busuk. Pikir punya pikir coba aja saya tanam dan sebagian saya ambil bijinya yang ada di luar buah strawberry itu.
Akhirnya dengan semangat 45 dan tingkat kemustahilan yang tinggi, strawberry yang tinggal sisa-sisa itu, saya lepasin bijinya satu per satu.
saya dapat biji lumayan banyak. lalu biji strawberry itu saya taruh dalam wadah toples datar dialasi kapas basah dan saya tutup rapat lalu saya letakkan di atas lemari yang sedikit gelap (remang-remang gitu deh).
Menit berganti jam hingga hari berlalu sampai 3 minggu kemudian (halah sperti cerita horror aja), buah yang coba saya tanam memang tidak bisa tumbuh dan membusuk, dengan sedikit putus asa dan tanpa harapan saya intip biji-biji strawberry yang saya coba semai, Nampak belum ada perubahan…tiba-tiba…. Apa itu? Seperti ada yang muncul dari tumpukan kapas basah tersebut..WOWW…… ternyata ada 3 buah yang mulai berkecambah… masih sangat kecil… girang banget rasanya.. pengen loncat-loncatan sambil koprol…wkwkwk…
Saya liatin terus seolah nggak percaya atas keajaiban ini cieee…. Selanjutnya saya coba pindah media tanam ke tempat yang lebih terang tapi enggak kena sinar matahari langsung sambil terus berharap biji-biji lainnya akan menyusul untuk berkecambah.
Ikutin kisah selanjutnya….
Langganan:
Komentar (Atom)